Pantun Nasib

Pantun nasib merupakan jenis pantun berisikan seputar nasib yang merundung anak manusia. Biasanya kita menghubungkan pantun nasib ini dengan malangnya nasib, namun tidak selalu begitu, ada pelajaran bisa kita ambil didalamnya.

Meskipun akrab dengan kemalangan namun janganlah fokus kesitu, akan tetapi lihat pula segi lain di pantun nasib ini yakni kebagusan bahasa dan faktor lainnya.
Pantun Nasib
Posting pantun nasib ini merupakan seri lanjutan seputar topik ini, dimana sebelumnya blog ini sudah posting tentang pantun cinta, pantun lucu dan juga pantun nasehat untuk semua pengunjung yang suka dengan gaya puisi empat larik atau baris ini.

Baiklah silahkan ditengok pantun-pantunnya berikut ini.
Adik menyanyi lagu melayu
Lagu terdengar sangat merdu
Duduk termenung menopang dagu
Mengenang nasib dagang rugi melulu

Dari jawa ke Bengkulu
Membeli keris di Indragiri
Kawan tertawa ramai selalu
Kawan menangis seorang diri.

Bunga melati, bunga kemboja
Disisip rambutnya anak dara
Mari berkhayal mencari cinta
Mengenang diri sedang sengsara.

Puntong pelawan banyak disalangan,
Diambek bapang nei humah pare,
Idop be'untong itulah nian tujuan,
Jangan bai menghalalkan segale care...

Langit sore berwarna merah
Jika mendung berwarna ungu
Dua tahun sudah tinggalkan rumah
Untuk merantau mencari ilmu.

Burung perkutut burung murai
Hinggapnya di atap rumbia
Maksud hati ingin jadi petani
Ladang sawah aku tak punya.


Biarlah bulan disinggahsananya,
Pungguk disini bersama nyonya,
Sampai nanti bila ditanya,
Tak terkesan bulan dihatinya.
Semua pantun nasib diatas saya dapatkan dari berbagai sumber di internet, anda bebas menggunakannya untuk kepentingan apapun. Tanggung-jawab dan resiko, silahkan ditanggung sendiri yah.